Author name: admintarbiyah2025

BERITA

Keren! Mahasiswa PGMI UIJ Sabet Medali di Enam Bidang Sekaligus pada Olimpiade Nasional 2026

Jember – Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui salah satu mahasiswanya, M Arif Maulana dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, yang berhasil meraih sejumlah penghargaan dalam ajang Olimpiade Nasional Indonesia 1.0 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh PT Cahaya Generasi Prestasi Indonesia. Dalam kompetisi tersebut, M Arif Maulana sukses meraih medali perak pada bidang Biologi, Sejarah, dan Bahasa Indonesia, serta medali perunggu pada bidang Ekonomi, Fisika, dan Kimia, yang menunjukkan kemampuan akademik yang unggul dan multidisipliner. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa dalam mengembangkan potensi diri serta peran aktif institusi dalam mendukung pencapaian akademik di tingkat nasional. Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember, Saman Hudi, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, serta semangat belajar yang tinggi, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama institusi di berbagai ajang kompetisi. Ucapan selamat juga disampaikan oleh Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Dr. Elga Yanuardianto, M.Pd.I., yang menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari upaya program studi dalam mencetak calon pendidik yang unggul, kompeten, dan berdaya saing tinggi. Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk meraih prestasi yang lebih besar di masa mendatang. Dengan capaian ini, Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember semakin menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, serta mendorong mahasiswa untuk terus berkontribusi dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

BERITA

Borong Prestasi! Mahasiswa PGMI Ukir 5 Medali di National Science Olympiad 2.0

Jember – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Jember. M. Arif Maulana sukses menorehkan capaian gemilang dalam ajang National Science Olympiad 2.0 yang diselenggarakan pada 17–19 April 2026. Dalam kompetisi tingkat nasional tersebut, M. Arif Maulana berhasil meraih tiga medali emas masing-masing pada bidang Fisika, Biologi, dan Bahasa Indonesia, serta dua medali perak pada bidang Kimia dan Matematika. Pencapaian ini menunjukkan kemampuan akademik yang unggul dan multidisipliner, sekaligus memperkuat eksistensi mahasiswa PGMI dalam persaingan akademik di tingkat nasional. Ajang National Science Olympiad 2.0 merupakan kompetisi akademik yang diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dengan tujuan mendorong pengembangan potensi intelektual serta meningkatkan daya saing generasi muda di berbagai bidang keilmuan. M. Arif Maulana menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih. Ia menuturkan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas pencapaian ini. Dukungan orang tua, dosen, dan teman-teman menjadi motivasi utama saya. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berusaha dan berani berkompetisi,” ujarnya. Ketua Program Studi PGMI, Dr. Elga Yanuardianto, M.Pd.I, mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti bahwa mahasiswa PGMI memiliki kompetensi akademik yang luas. Ia menegaskan bahwa prestasi ini diharapkan mampu menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri dan berprestasi di berbagai ajang. Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah, Saman Hudi, S.Ag., M.Si, turut menyampaikan kebanggaannya. Ia menekankan bahwa prestasi yang diraih mahasiswa harus mampu membawa nama baik fakultas semakin harum di kancah nasional maupun internasional. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember mampu mencetak generasi unggul, kompetitif, dan berdaya saing tinggi. Keberhasilan ini semakin menegaskan komitmen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul di bidang pendidikan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam berbagai disiplin ilmu di tingkat nasional maupun global.

BERITA

Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember Gelar Rapat Strategis Penyusunan Borang Akreditasi Prodi PGMI

Jember – Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan melalui pelaksanaan rapat penyusunan borang akreditasi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, serta tim penyusun borang. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi PGMI, Dr. Elga Yanuardianto, M.Pd.I, yang menyampaikan pentingnya ketelitian dan konsistensi dalam penyusunan dokumen borang. Ia menekankan bahwa setiap data dan narasi yang disusun harus mampu merepresentasikan kondisi riil program studi serta capaian yang telah diraih. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Tarbiyah, Saman Hudi, S.Ag., M.Si, yang memberikan arahan sekaligus motivasi kepada seluruh tim. Selain itu, hadir pula Ketua LP3M Universitas Islam Jember, Anis Rofi Hidayah, M.Pd.I, yang turut mendampingi proses penyusunan borang serta memberikan penguatan terkait standar dan strategi penyusunan dokumen akreditasi. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Saman Hudi, S.Ag., M.Si, menyampaikan bahwa proses akreditasi bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif, melainkan juga sebagai sarana evaluasi diri untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam rapat tersebut, masing-masing tim memaparkan progres penyusunan borang berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan terkait kelengkapan data, validitas eviden, serta kesesuaian narasi dengan indikator penilaian. Melalui kegiatan ini, diharapkan penyusunan borang akreditasi Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember dapat tersusun secara optimal, sehingga mampu meningkatkan nilai akreditasi serta memperkuat daya saing lulusan di masa mendatang.

PENGUMUMAN

Tutup Laptop, Buka Ketupat, Libur Kuliah Idul Fitri Telah Tiba

Sehubungan dengan datangnya Hari Raya Idul Fitri, maka kegiatan perkuliahan diliburkan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan dosen pulang kampung, bersilaturahmi, dan mengisi ulang energi setelah berjuang melawan tugas dan deadline. Gunakan waktu ini untuk mudik dengan aman, makan ketupat secukupnya, dan jangan lupa kembali tepat waktu agar semangat belajar tetap terjaga. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 HMohon Maaf Lahir dan Batin.

BERITA

Estafet Kepemimpinan Resmi Bergulir, BEM dan HMP Fakultas Tarbiyah Periode 2025/2026 Dilantik dengan Khidmat

Foto prosesi serah terima jabatan kepengurusan BEM Fakultas Tarbiyah, HMP PAI, dan HMP PGMI periode 2025/2026 yang ditandai dengan penyerahan dokumen secara simbolis dari ketua sebelumnya kepada ketua terpilih, disaksikan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah Saman Hudi, S.Ag., M.Si, serta jajaran pimpinan dan pengurus organisasi. Jember – Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember menggelar Pelantikan Raya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Tarbiyah, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI), dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (HMP PGMI) periode 2025/2026 pada Senin, 23 Februari 2026, pukul 10.00 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan organisasi kemahasiswaan di lingkungan fakultas. Acara pelantikan dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, serta perwakilan mahasiswa. Prosesi diawali dengan pembacaan surat keputusan, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan para pengurus yang dilantik. Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan serah terima jabatan dari ketua periode sebelumnya kepada ketua yang baru sebagai simbol estafet kepemimpinan dan keberlanjutan program organisasi. Dekan Fakultas Tarbiyah, Saman Hudi, S.Ag., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa organisasi kemahasiswaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter kepemimpinan, meningkatkan kapasitas manajerial, serta menumbuhkan semangat kolaborasi di kalangan mahasiswa. Ia berharap kepengurusan periode 2025/2026 mampu menghadirkan program kerja yang inovatif, adaptif, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan akademik maupun nonakademik di Fakultas Tarbiyah. Adapun pimpinan organisasi yang resmi dilantik yaitu Ketua BEM Fakultas Tarbiyah Elma Aenun Nazila, Ketua HMP PAI Siti Aisyah, serta Ketua HMP PGMI Danil Abdillah. Dalam pernyataannya, para ketua yang baru dilantik menyampaikan komitmen untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta memperkuat sinergi antarorganisasi di lingkungan fakultas. Melalui pelantikan raya ini, Fakultas Tarbiyah menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan organisasi kemahasiswaan sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan dan pengabdian. Diharapkan kepengurusan BEM dan HMP periode 2025/2026 mampu menjadi motor penggerak kegiatan mahasiswa yang progresif, profesional, dan berintegritas.

BERITA

Audit Mutu Internal oleh LP3M, Fakultas Tarbiyah UIJ Siap Tingkatkan Standar Akademik

Jember – Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Islam Jember melaksanakan kegiatan Audit Mutu Program Studi pada Kamis, 12 Februari 2026. Audit ini menyasar Fakultas Tarbiyah dengan dua program studi, yakni Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Kegiatan audit menghadirkan auditor mutu, Dr. Arifin Nur Budiono, M.Si, yang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola akademik, proses pembelajaran, serta implementasi standar penjaminan mutu di tingkat fakultas dan program studi. Sebagai auditee, Fakultas Tarbiyah dipimpin oleh Dekan Saman Hudi, S.Ag., M.Si, didampingi oleh Wakil Dekan Muhammad Ilyas, S.Pd.I., M.Pd.I. Turut hadir Ketua Program Studi PGMI Elga Yanuardianto, S.Pd.I., M.Pd.I, serta Ketua Program Studi PAI Prima Cristi Crismono, S.Pd., M.Pd, bersama tim penjaminan mutu fakultas. Audit dilaksanakan melalui tahapan pemeriksaan dokumen akademik, evaluasi keterlaksanaan standar mutu internal, validasi data dukung, serta sesi klarifikasi dan diskusi bersama pimpinan fakultas dan program studi. Fokus audit mencakup kesesuaian pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, kelengkapan administrasi pembelajaran, capaian pembelajaran lulusan, hingga efektivitas sistem monitoring dan evaluasi yang diterapkan. Dalam arahannya, Dr. Arifin Nur Budiono, M.Si menegaskan bahwa audit mutu merupakan instrumen strategis untuk memastikan sistem berjalan sesuai standar sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan. Audit bukan hanya proses penilaian, tetapi juga pembinaan guna memperkuat budaya mutu di setiap unit kerja. Dekan Fakultas Tarbiyah, Saman Hudi, S.Ag., M.Si, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan audit tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum refleksi bersama dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan layanan akademik. “Kami berkomitmen untuk terus melakukan penguatan sistem penjaminan mutu demi menghasilkan lulusan yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing,” ujarnya. Melalui Audit Mutu Program Studi yang dilaksanakan oleh LP3M ini, Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember diharapkan semakin kokoh dalam menerapkan standar mutu internal serta konsisten meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan institusi.

BERITA

LP3M Gelar Monev Pembelajaran, PAI dan PGMI Fakultas Tarbiyah UIJ Perkuat Mutu Akademik

Jember – Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Islam Jember menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembelajaran Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 di lingkungan Fakultas Tarbiyah. Kegiatan ini menyasar Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Monev dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen institusi dalam menjaga dan meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, LP3M menghadirkan auditor, Rita Sri Kurniawati, S.ST., M.PH, yang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proses pembelajaran di kedua program studi. Proses evaluasi mencakup pemeriksaan dokumen Rencana Pembelajaran Semester (RPS), kesesuaian pelaksanaan perkuliahan dengan standar mutu, kelengkapan administrasi dosen, hingga sistem evaluasi hasil belajar mahasiswa. Selain itu, dilakukan sesi diskusi bersama pimpinan program studi dan dosen untuk membahas capaian, kendala, serta strategi penguatan mutu pembelajaran. Dekan Fakultas Tarbiyah, Saman Hudi, S.Ag., M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan Monev ini menjadi momentum refleksi dan evaluasi bersama dalam meningkatkan kualitas akademik. Ia menegaskan bahwa budaya mutu harus terus dibangun melalui evaluasi yang objektif dan berkelanjutan. “Melalui monitoring dan evaluasi ini, kita memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan, sekaligus menjadi dasar untuk perbaikan dan inovasi ke depan,” ujarnya. Secara umum, pelaksanaan pembelajaran di Prodi PAI dan PGMI dinilai telah berjalan baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Beberapa rekomendasi perbaikan diberikan sebagai langkah strategis dalam rangka peningkatan kualitas layanan akademik. Dengan terselenggaranya Monev oleh LP3M ini, diharapkan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember semakin optimal dalam mencetak lulusan yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi dinamika dunia pendidikan.

Opini

Ketika Pengabdian Dijadikan Alasan untuk Tidak Sejahtera

Kritik terhadap narasi moral yang membungkam tuntutan kesejahteraan Di Indonesia, kata pengabdian kerap dilekatkan pada profesi guru dan dosen. Ia terdengar luhur, sarat nilai moral, dan seolah menjadi inti dari panggilan profesi pendidik. Namun, di balik kemuliaan itu, pengabdian sering dipelintir menjadi pembenaran atas rendahnya kesejahteraan. Tuntutan untuk mengajar dengan sepenuh hati berjalan beriringan dengan honor dan gaji yang jauh dari kata layak. Ketika suara kritis muncul, narasi moral segera dihadirkan: pendidik seharusnya ikhlas, bukan menuntut. Guru honorer menjadi potret paling jelas dari persoalan ini. Mereka dituntut profesional, diminta memenuhi standar administrasi dan pedagogik yang kian kompleks, tetapi menerima honor yang tidak sebanding dengan beban kerja. Alih-alih solusi struktural, negara dan masyarakat sering kali merespons dengan ajakan bersabar. Seakan-akan memperjuangkan hak ekonomi bertentangan dengan etos pengabdian, padahal keduanya seharusnya berjalan seiring. Situasi serupa dialami dosen, terutama dosen non-PNS atau berstatus kontrak. Tri Dharma Perguruan Tinggi menuntut dosen untuk mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat secara simultan. Standar kinerja terus dinaikkan, mulai dari kewajiban publikasi ilmiah hingga akreditasi institusi. Ironisnya, peningkatan tuntutan tersebut tidak selalu diikuti dengan peningkatan kesejahteraan. Dosen diminta berdaya saing global, tetapi dihargai dengan kompensasi yang bersifat lokal dan minimal. Dalam kondisi seperti ini, pengabdian bertransformasi dari nilai etik menjadi kewajiban sepihak. Institusi pendidikan menuntut loyalitas penuh, sementara hak dasar pendidik kerap dinegosiasikan. Kritik terhadap sistem sering dianggap sebagai sikap tidak bersyukur, bahkan dicurigai mencederai martabat profesi. Moralitas digunakan sebagai alat pembungkaman, bukan sebagai dasar keadilan. Masalahnya bukan terletak pada pengabdian itu sendiri. Pengabdian adalah ruh profesi pendidik. Namun, ketika pengabdian dijadikan alasan untuk menunda pemenuhan kesejahteraan, yang terjadi adalah ketidakadilan yang dilembagakan. Pengabdian tidak seharusnya berarti hidup dalam kerentanan ekonomi, apalagi bagi mereka yang memikul tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengabdian dan kesejahteraan bukanlah dua kutub yang saling meniadakan. Guru dan dosen yang sejahtera justru memiliki ruang psikologis dan profesional untuk mengajar, meneliti, dan membimbing secara optimal. Sebaliknya, pendidik yang terus bergulat dengan persoalan ekonomi berisiko kehilangan fokus, energi, bahkan idealisme. Sudah saatnya negara dan pemangku kebijakan mengubah cara pandang. Menghargai pengabdian tidak cukup dengan retorika dan slogan, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan konkret yang menjamin upah layak, kepastian status kerja, dan perlindungan profesional. Tanpa itu, pengabdian hanya akan menjadi kata indah yang menutupi ketimpangan. Pada akhirnya, pengabdian yang sejati bukanlah pengorbanan tanpa batas, melainkan kerja bermakna yang dihargai secara adil. Jika pengabdian terus dijadikan alasan untuk tidak sejahtera, maka yang sedang kita rawat bukan idealisme, melainkan ketidakadilan yang diwariskan dari satu generasi pendidik ke generasi berikutnya. Penulis : Prima Cristi Crismono

Opini

Mengajar di Era Digital: Ketika Teknologi Menjadi Mitra, Bukan Pengganti

Perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Proses belajar mengajar yang dahulu berlangsung secara konvensional di ruang kelas, kini meluas ke ruang digital tanpa batas. Platform pembelajaran daring, video interaktif, Learning Management System (LMS), hingga kecerdasan buatan (AI) telah menjadi bagian dari keseharian guru, dosen, dan mahasiswa. Teknologi memberikan kemudahan akses yang luar biasa. Materi pembelajaran dapat diakses kapan saja dan di mana saja. Diskusi tidak lagi terbatas pada jam tatap muka. Referensi ilmiah tersedia dalam hitungan detik. Bahkan, proses evaluasi pun dapat dilakukan secara otomatis dan lebih efisien. Dalam konteks ini, teknologi mampu meningkatkan efektivitas dan fleksibilitas pembelajaran. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, terdapat tantangan yang tidak bisa diabaikan. Pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses pembentukan karakter, nilai, dan etika. Interaksi langsung antara pendidik dan peserta didik memiliki dimensi emosional dan moral yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh layar dan algoritma. Sentuhan empati, keteladanan, serta dialog yang mendalam tetap menjadi inti dari proses pendidikan. Selain itu, kesenjangan akses teknologi masih menjadi persoalan nyata. Tidak semua peserta didik memiliki perangkat dan koneksi internet yang memadai. Jika tidak dikelola dengan bijak, integrasi teknologi justru dapat memperlebar jurang ketimpangan pendidikan. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi harus disertai dengan kebijakan yang inklusif dan berpihak pada pemerataan akses. Hadirnya kecerdasan buatan juga menuntut peningkatan literasi digital. Mahasiswa perlu dibimbing agar mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, bukan sekadar untuk mencari jawaban instan, tetapi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Di sisi lain, pendidik dituntut untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensi agar tetap relevan di tengah perubahan yang cepat. Pada akhirnya, teknologi seharusnya diposisikan sebagai mitra dalam proses pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran guru atau dosen. Keseimbangan antara inovasi digital dan nilai-nilai kemanusiaan menjadi kunci utama. Pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi secara optimal, tanpa kehilangan ruhnya sebagai proses pembentukan manusia yang berilmu, berakhlak, dan berintegritas. Dengan pendekatan yang bijaksana, teknologi dapat menjadi jembatan menuju pembelajaran yang lebih efektif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman sekaligus tetap menjaga esensi pendidikan sebagai sarana membangun peradaban. Penulis : Elga Yanuardianto

Scroll to Top