Author name: admintarbiyah2025

BERITA

Mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIJ Raih Juara 3 Stand Fight MMA Jatim 2026

Jember – Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Taufiq Bal Afif, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), berhasil meraih Juara 3 Stand Fight kelas 56,7 kg Senior Putra pada ajang Indonesia Bela Diri Campuran Amatir Martial Art Piala Ketua Umum Pengprov Jawa Timur dalam Kejuaraan Provinsi Jawa Timur. Kejuaraan tersebut dilaksanakan pada tanggal 22–25 Januari 2026 di Sirkuit 1 Pasmar, Sidoarjo, dan diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur. Prestasi ini menjadi bukti kemampuan dan daya saing mahasiswa Fakultas Tarbiyah tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam bidang olahraga dan pengembangan minat bakat. Taufiq Bal Afif merupakan mahasiswa asal Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember. Ia lahir di Jember pada tanggal 16 Februari 2005. Keberhasilannya meraih podium ketiga dalam ajang bergengsi tingkat provinsi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember. Ketua Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah UIJ, Dr. Elga Yanuardianto, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih. Ia menuturkan bahwa capaian tersebut menunjukkan mahasiswa PGMI mampu berkembang secara seimbang antara prestasi akademik dan non-akademik, serta diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya. Dekan Fakultas Tarbiyah UIJ, Saman Hudi, S.Ag., M.Si, juga menyampaikan rasa bangga dan dukungannya. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh mahasiswa Fakultas Tarbiyah untuk terus berprestasi dan membawa nama baik fakultas maupun universitas di berbagai ajang kompetisi. Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember terus berkomitmen mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh, baik dalam bidang akademik, keilmuan, maupun minat dan bakat, guna melahirkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan berprestasi.

Opini

Pendidikan Sebagai Poros Utama Pembangunan Masa Depan Bangsa

Pendidikan merupakan unsur paling mendasar dalam pembangunan suatu bangsa. Ia bukan hanya sarana untuk meningkatkan kecerdasan intelektual, tetapi juga proses pembentukan karakter, sikap, dan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, menjadikan pendidikan sebagai perhatian utama bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan strategis yang harus terus diperjuangkan secara konsisten. Perubahan zaman yang berlangsung cepat menuntut dunia pendidikan untuk selalu berbenah. Kemajuan teknologi, arus informasi yang tanpa batas, serta dinamika sosial yang semakin kompleks menghadirkan tantangan baru bagi sistem pendidikan. Namun, di tengah tuntutan tersebut, pendidikan tidak boleh kehilangan arah dan jati dirinya. Pendidikan harus tetap berorientasi pada pengembangan manusia secara utuh, tidak semata-mata mengejar capaian akademik atau keterampilan teknis. Pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang memanusiakan manusia. Peserta didik perlu dipandang sebagai individu yang memiliki potensi, keunikan, dan latar belakang yang beragam. Proses pendidikan seharusnya memberi ruang bagi tumbuhnya daya pikir kritis, kreativitas, serta kepekaan sosial. Dalam hal ini, peran pendidik menjadi sangat menentukan. Guru dan dosen tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan teladan dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan. Perhatian terhadap pendidikan juga harus diwujudkan melalui pemerataan mutu dan akses. Masih adanya kesenjangan kualitas pendidikan di berbagai wilayah menunjukkan bahwa upaya peningkatan pendidikan belum sepenuhnya merata. Pendidikan yang dijadikan prioritas utama adalah pendidikan yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat secara adil, dengan standar mutu yang terjaga dan berkelanjutan. Di sisi lain, pendidikan perlu mampu menjawab tantangan zaman tanpa terjebak pada pragmatisme. Penguasaan teknologi dan literasi digital memang menjadi kebutuhan penting, tetapi harus diimbangi dengan penguatan karakter dan nilai moral. Tanpa landasan nilai yang kuat, kemajuan teknologi justru berpotensi menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan etika sosial. Dalam konteks pendidikan tinggi, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi intelektual yang berintegritas. Pendidikan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga individu yang memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat. Sinergi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan peran tersebut. Menjadikan pendidikan sebagai perhatian utama berarti memandangnya sebagai investasi jangka panjang. Hasil pendidikan mungkin tidak selalu terlihat secara instan, namun dampaknya sangat menentukan arah masa depan bangsa. Oleh sebab itu, komitmen terhadap pendidikan harus terus dijaga dan diperkuat oleh seluruh pemangku kepentingan. Dengan pendidikan yang bermutu dan berkarakter, kita sedang membangun fondasi peradaban yang kokoh dan bermartabat. Penulis : Kharif Saifullah

BERITA

Akhlak dan Profesionalisme Jadi Pesan Utama Yudisium S1 Fakultas Tarbiyah UIJ

Dekan Fakultas Tarbiyah  Saman Hudi, S.Ag., M.Si menyematkan slempang dan pemberian fandel kepada mahasiswa lulusan terbaik Jember – Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember (UIJ) menggelar Rapat Terbuka Senat Fakultas dalam rangka Pengukuhan Yudisium Program Sarjana (S1) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Kegiatan ini dilaksanakan  di Aula Miftahul Ulum Kampus 1 Universitas Islam Jember pada Rabu, (3/12/2025). Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pimpinan Universitas, fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta para peserta yudisium. Sebanyak 63 mahasiswa dan mahasiswi dari dua program studi tersebut secara resmi dikukuhkan sebagai lulusan Fakultas Tarbiyah. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah, Saman Hudi, S.Ag., M.Si, menegaskan bahwa kepintaran dan kecakapan akademik bukanlah satu-satunya syarat untuk meraih kesuksesan, terlebih bagi seorang guru. Menurutnya, sepintar apa pun seseorang, apabila tidak mampu diterima oleh masyarakat, maka kecakapan tersebut tidak akan memiliki makna yang besar. Lebih lanjut, Dekan Tarbiyah menekankan pentingnya kompetensi individual bagi seorang guru. Kompetensi ini berkaitan erat dengan akhlak, etika, dan tata krama dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengingatkan bahwa profesi guru berbeda dengan profesi lainnya, karena guru merupakan sosok yang digugu dan ditiru oleh peserta didik maupun masyarakat. Selain kompetensi individual, ia juga menyoroti pentingnya kompetensi profesional. Guru dituntut untuk benar-benar profesional dalam menjalankan tugasnya, seperti menguasai materi pelajaran, metode pembelajaran, serta tanggung jawab lainnya sebagai pendidik. Rapat Terbuka Senat dan Yudisium ini menjadi momentum penting bagi para lulusan sebagai awal pengabdian di tengah masyarakat, khususnya dalam dunia pendidikan Islam. Fakultas Tarbiyah berharap para lulusan mampu mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keteladanan.

PENGUMUMAN

Pendaftaran

Selamat Datang Calon Mahasiswa Baru Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember! Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026/2027. Inilah kesempatan bagi Anda untuk bergabung dan mengembangkan potensi dalam bidang pendidikan Islam, menjadi pendidik profesional, dan berperan aktif dalam membangun generasi yang berakhlak mulia, kreatif, dan berwawasan global. Segera daftarkan diri Anda dan raih kesempatan untuk menjadi bagian dari komunitas akademik yang inspiratif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global. Masa depan pendidikan Islam dimulai dari sini!

BERITA

Seminar Internasional UIJ-UniSZA: Islam Moderat sebagai Modal Sosial bagi Perdamaian Dunia

Foto bersama : Dari kiri Prof. Madya Dr. Najihah binti Abdul Wahid, Prof. Madya Dr. Anas bin Mohd Yunus, Saman Hudi, S.Ag., M.Si, Dr. Ahmad Halid, S.Pd., M.Pd Jember – Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Jember (UIJ) menjalin kolaborasi internasional dengan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia dalam upaya memperkuat persatuan umat dan moderasi beragama sebagai fondasi bagi terwujudnya perdamaian dunia. Kolaborasi tersebut direalisasikan melalui penyelenggaraan seminar internasional bertajuk “Moderate Islam as Social Capital for Global Peace” yang diselenggarakan di Aula Miftahul Ulum, Kampus 1 Universitas Islam Jember, Kamis (25/9/2025). Seminar ini menghadirkan akademisi dan pakar dari kedua institusi yang membahas peran Islam moderat dalam menjawab tantangan global. Ketua Pusat Kajian Turath UniSZA, Anas bin Mohd Yunus, menyampaikan bahwa praktik keagamaan yang seimbang antara akidah, syariat, dan tasawuf, sebagaimana tradisi keilmuan mazhab Syafi’i dan pemikiran Imam Al-Ghazali, merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter umat Islam yang wasathiyah. Ia menekankan bahwa persatuan dan solidaritas di antara umat Islam menjadi kunci dalam menghadapi berbagai konflik internasional, termasuk konflik yang berlangsung di Palestina. Menurutnya, negara-negara Islam akan memiliki posisi yang lebih kuat apabila mampu membangun kesatuan dan kerja sama yang berkelanjutan. Anas bin Mohd Yunus juga menyoroti tantangan global yang muncul akibat dominasi dan sikap hegemonik kelompok tertentu. Tanpa adanya kesadaran kolektif dan persatuan di kalangan negara-negara Islam, upaya menghadapi tantangan tersebut akan sulit diwujudkan secara optimal. Sementara itu, Rektor Universitas Islam Jember, Ahmad Halid, menyampaikan bahwa konsep Islam wasathiyah memiliki relevansi strategis dalam menciptakan perdamaian dan meredam konflik. Konsep tersebut mencakup ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariah, dan ukhuwah wathaniyah yang menekankan pentingnya persaudaraan antarumat Islam, sesama manusia, serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai persaudaraan dan toleransi tersebut telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. melalui Piagam Madinah, yang hingga kini relevan sebagai rujukan dalam membangun tatanan masyarakat yang damai dan berkeadilan. Lebih lanjut, Ahmad Halid menilai bahwa konflik yang terjadi di berbagai wilayah seperti Gaza, Sudan, dan Suriah menunjukkan masih lemahnya penghormatan terhadap hak asasi manusia. Oleh karena itu, nilai-nilai moderasi seperti tawasut, tasamuh, dan i’tidal perlu terus dikembangkan dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan kebijakan publik. Sebagai tindak lanjut dari seminar ini, Universitas Islam Jember memperkuat kerja sama akademik dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia dalam pengembangan kajian Islam moderat, multikultural, serta tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. Kerja sama tersebut meliputi program pertukaran dosen dan mahasiswa serta pelaksanaan penelitian bersama. Pada kesempatan yang sama, Universitas Islam Jember dan Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia menandatangani nota kesepahaman sebagai dasar penguatan kolaborasi akademik yang berkelanjutan di bidang pendidikan dan penelitian Islam moderat.

Scroll to Top